Tampilkan postingan dengan label Incredible India. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Incredible India. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

Leh part II: Pangong Tso, We weren't 3 Idiot


Hari ke-tiga
Bagi sobat yang sudah nonton film bollywood, 3 idiot, diakhir cerita, ada adegan pertemuan antara Karina Kapoor dan Amir Khan dengan latar danau biru yang menawan, yah, itulah danau Pangong yang mempesona, berkat film ini pula makin banyak orang-orang berkunjung ke Leh, Ladakh, khususnya wisatawan lokal. 
Bukan 3 idiot
Untuk berkunjung ke Pangong Tso dan juga ke tempat-tempat tertentu di Ladakh, seperti Khardung La, Tso Moriri dan Nubra Valley, turis asing harus memperoleh surat izin khusus (protected area permits) yang dikeluarkan oleh Deputy Commissioner’s Office di Leh, bisa diurus sendiri atau melalui agen travel, biasanya sudah termasuk dalam biaya paket tur yang ditawarkan. Untuk lebih jelasnya, boleh di baca link berikut.

Selasa, 12 Agustus 2014

Leh: Journey on the Shoulder of the Earth


Perjalanan sekitar 17 jam, melewati jalanan yang berliku, berdebu, 2 kali check point, pertama sekitar 3 jam perjalanan dari Manali, terakhir sebelum melewati markas tentara sesaat sebelum memasuki kota Leh, passport dikumpul oleh sopir, ia yang berurusan dengan pihak militer.
The amazing scenery of Manali - Leh Highway
Rute Leh-Manali sepanjang 490 km, normalnya ditempuh dalam dua hari, semalam nginap di Keylong pada ketinggian 3.096 meter atau Sarchu, 4.253 meter atau Pang, 4.500 meter untuk proses aklimatisasi atau penyesuaian tubuh terhadap kadar oksigen yang rendah. Keylong paling disarankan, terutama bagi mereka yang terbiasa tinggal di dataran rendah, seperti pesisir pantai. Rata-rata ketinggian jalur Manali-Leh ini lebih dari 4000 meter, yang paling tinggi adalah Tanglang La pass, 5328 meter.

Jumat, 08 Agustus 2014

Manali: The Beginning of an Ancient Trade Route to Ladakh


“Manali, Manali” teriak kondektur bis lepas dari Main Square. 

Bye Dharamsala, meski tak bersua Dalai Lama, tiga hari memang tak cukup untuk mencecap semua keindahan dan kehangatan yang disuguhkan, tapi telah sedikit menawarkan dahaga akan petualangan. Naik ordinary bus 300 rupee yang berhenti di tiap terminal kecil maupun besar, Palampur, Baijnath, Jogindernagar, Mandi, Kullu dan lainnya. Pemandangan yang paling memukau adalah selepas dari terminal Mandi, hijaunya perbukitan dan liukan sungai bak ular keruh keabu-abuan, sungguh memanjakan mata dan rasa, Masyaallah.
Ordinary bus Dharamsala - Manali

Jumat, 01 Agustus 2014

Dharamsala: Little Lhasa (Tibet)


Terminal Bis Dharamsala 06.00 AM
Dharamsala धर्मशाला adalah kota di distrik Kangra, negara bagian Himachal Pradesh, India. Daerah yang pernah diluluhlantakkan oleh gempa 7.8 skala richter 4 April 1905 silam yang menewaskan lebih dari 10.000 orang.
Dipotret dari View Mount Hotel
Bis malam yang saya tumpangi tiba di terminal di Lower Dharamsala. Kemudian dengan bus publik menuju Upper Dharamsala yang lebih dikenal dengan Mcleodganj, perjalanan menuju ke ketinggian, melewati markas tentara, rumah bagi komunitas Tibet, pusat turis dan pusat pemerintahan Tibet (Central Tibet Authority, CTA) di pengasingan.

Rabu, 30 Juli 2014

Shimla: Quenn of Hill

Stasiun Kalka 04.30 dini hari
Kereta tiba sesuai jadwal di stasiun Kalka, negara bagian Haryana, India. Ini merupakan stasiun transit untuk melanjutkan perjalanan menuju Shimla di utara, kira-kira 6 jam waktu tempuh dengan menggunakan toy train. Toy train bukanlah kereta mainan dalam artian sesungguhnya, disebut demikian karena ukuran lokomotif dan gerbong yang digunakan berukuran lebih kecil dibandingkan kereta pada umumnya. Jalur kereta api Kalka – Shimla sepanjang 96 km ini termasuk salah satu situs warisan dunia UNESCO. 

Saya membeli tiket kelas 2 Kalka Shimla Express seharga 40 rupee. Kereta berangkat pukul 6, satu gerbong dengan keluarga dari Gujarat. Perjalanan spektakulerpun dimulai, melewati deretan hijaunya pemandangan pegunungan Himalaya yang luar biasa indah, subhanallah. Si kereta mainan merangkak tertatih menanjaki punggung bukit, melalui 103 terowongan. Setiap kali kereta memasuki terowongan, anak-anak dan juga kami orang dewasa turut berteriak. AaaaAaaaAaaaaa

Kereta berhenti di beberapa stasiun, seperti Dharampur, Barog, Solan, Kandaghat, Soghi, dan Summerhill sebelum mencapai Shimla di ketinggian 2.076 meter. Pukul 12 kami tiba di stasiun Shimla, keluar dari stasiun ada banyak taxi yang siap mengantar menuju pusat kota. Saya memilih berjalan menuju mall road, aduhai lumayan jauh ternyata dengan jalur yang menanjak, dibuntuti oleh seorang calo hotel yang berhasil membujuk saya menginap di tempat ia bekerja. Bila sobat menggunakan taxi, silakan minta diturunkan di depan lift di Cart road untuk naik ke Mall road.
Para penumpang antri memesan Chai hangat di kios stasiun

Senin, 14 Juli 2014

Kolkata


Pukul 17.10 waktu setempat, AK 1241 mendarat dengan mulus di bandara Netaji Chakra Bose.

Akhirnya saya menginjakkan kaki di India, tepatnya di Kolkata setelah menempuh penerbangan selama 4 jam dari Kuala Lumpur dengan Air Asia. Pada saat itu saya satu penerbangan dengan rombongan jamaah tabligh dari Indonesia dan beberapa orang diantaranya dari Padang, menyenangkan. Proses imigrasi di bandara berjalan lancar dan cepat, saya diberi izin tinggal selama 6 bulan sesuai dengan yang tertera di Visa.

Keluar dari bandara saya berjalan menuju terminal domestik, dimana saya akan menumpang bus tujuan pusat kota, lumayan jauh juga berjalan dan saya tidak menemukan bus yang dimaksud, setelah bertanya pada seorang pemuda yang dengan ramahnya memberikan arahan, saya balik lagi ke bandara international dan membeli tiket taxi prabayar seharga 50 ribu rupiah, loketnya ada di dalam bandara, sebelah kiri dari pintu masuk terminal kedatangan.