Tampilkan postingan dengan label Laos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laos. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Juli 2013

12112012: Toward Vientiane

Tujuan saya hari ini adalah Vientiane, ibukota negara Republik Demokrasi Rakyat Laos. Awalnya ingin semalam lagi berada di Vang Vieng, rental sepeda lalu menjelajah hingga ke pelosok suburban. Namun timbul pikiran lain, toh nanti akan bertandang juga ke Guilin. Jika hanya sekedar mengeksplorasi bukit-bukit kapur, di Guilin sana jauh lebih masif. Sementara itu Tam Coc yang dikenal sebagai Ha Long in land dan Ha Long Bay sendiri, keduanya merupakan destinasi wisata kebanggaan Vietnam dan dua-duanya masuk dalam list tujuan saya berikutnya juga menyuguhkan pemandangan karst yang membuat decak kagum.

Masih di Vang Vieng, pagi-pagi berkelana berburu obyek foto. Berjalan ke arah sungai, kemudian meniti jembatan kayu  menuju seberang. Ternyata sungai yang mengalir dibawahnya tidaklah dalam, kira-kira selutut orang dewasa. Malam sebelumnya saya sudah mampir ke tempat ini, dan pagi itu tampak jelas deretan cottage dengan latar bukit-bukit kapur yang masih diselimuti kabut, sadis indahnya, haha.

Sabtu, 13 Juli 2013

10112012: Masih Tentang Luang Prabang, Cuci Mata Di Air Terjun Kuang Xi

Bangun, keluar menghirup segarnya udara pagi sembari memuaskan hasrat berkodak-ria. Salah satu atraksi yang paling ditunggu oleh para penggemar jeprat-jepret di Luang Prabang adalah morning alms (Tak Bat) atau prosesi sedekah biksu. Setiap pagi hari, rombongan monk yang mengenakan jubah kuning jalan berarakan untuk menerima pemberian berupa makanan dari masyarakat (termasuk juga wisatawan) yang telah duduk bersimpuh di sepanjang trotoar. Sayangnya entah telat atau salah tempat, saya tak melihat seremoni harian tersebut.

Kamis, 04 Juli 2013

09112012: Jatuh Hati Dengan Luang Prabang

Di pagi hari yang dingin dan masih berkabut, bus yang kami tumpangi tiba di terminal Luang Prabang. Naik tuk-tuk (15.000 Kip) ke pusat kota bareng dua orang wanita 40-an dari Cina dan pasangan turis Prancis, salah seorang wanita Cina tadi bertanya pada turis Prancis dimana mereka akan menginap, ternyata pasangan tersebut bukan tipe pelancong backpacker dan telah memesan kamar di sebuah hotel mewah, saya langsung paham dengan ucapan wanita itu, "oh, it's expensive for me". Saya berbaik hati (hehe) menawarkan bantuan padanya dengan memberikan daftar budget hotel di laman wikitravel Luang Prabang yang saya simpan di handphone sebelumnya. Entahlah, apakah dia jadi menginap atau tidak di salah satu hotel (hostel tepatnya) yang saya tunjukan, yang pasti dia meminta pak sopir stop sesuai dengan alamat yang tercantum di sana.

Rabu, 03 Juli 2013

08112012: Toward Huoay Xai (Laos)

Chiang Saen merupakan kota kecil, tenang dan indah yang dilalui oleh sungai Mekong nan melegenda. Dahulunya kota yang bernama Wiang Hiran Nakhon Ngoen Yang ini adalah ibu kota dari kerajaan Lanna sebelum Raja Mengrai memindahkannya ke Chiang Rai tahun 1262. Tujuan saya ke sini tak lain untuk mengunjungi Golden Triangle (pertemuan antara dua sungai, yakni Ruak dan Mekong membentuk kawasan segitiga emas Thailand-Bruma-Laos) yang terletak sekitar 10 Km arah utara kota. Mencecap sensasi dunia per-mafia-an a la Asia Tenggara, hehe.

Sabtu, 29 Juni 2013

07112012: Mae Sai - Tachileik

Cukup rasanya semalam di Chiang Rai, pagi itu setelah checkout, saya berjalan ke terminal bus lama, dari sana menumpangi ordinary bus ke Wat Rong Khun a.k.a White Temple. Perjalanan ke sana ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Saya tidak sendiri, ada beberapa orang lagi turis asing menumpangi bus itu, seorang diantaranya cewek Australia yang bekerja di Malaysia, malangnya dia belum pernah ke Indonesia.